Klasik (I)

Tape Recorder







I.Sinyal dari mikrofon  (I) diperkuat oleh penguat perekam  (II). Blok osilator bias frekuensi tinggi menghasilkan tegangan  frekuensi tinggi untuk pramagnetisasi pita supaya  proses perekaman terhindar dari cacad.

II. Dari celah udara kepala rekam keluar medan magnetis yang   seirama dengan sinyal dari mikrofon. Pada pita rekam terjadilah bidang-bidang (zone) magnetis karena adanya induksi dari kepala rekam. Selama merekam pita bergerak beraturan melalui muka celah udara kepala rekam.

III. Pita yang sudah mengandung rekaman magnetis apabila bergerak tidak beraturan dengan kecepatan yang sama dengan pada waktu merekam, maka oleh zone-zone magnetis diimbas tegangan imbas pada kepala reproduksi. Sinyal ini diperkuat opeh penguat blok VI dan oleh loudspeaker diubah menjadi gaetaran mekanik.

IV. Blok V adalah osilator pembangkit frekuensi tinggi guna menghapus pita dari rekaman magnetik yang terdahulu.




1.  Tuts merekam (recording press button).
2.  Tuts menggulung balik (rewind press button).
3.  Tuts menggulung cepat maju (fast forward press button)
4.  Tuts reproduksi (play back press button).
5.  Tuts eject.
6.  Kepala rekam / reproduksi.
7.  Idler pengepres (capstan idler).
8.  Kapstan (capstan).
9.  Ban karet busa.
10. Penyangga cassete.
11. pegas penekan cassete.
12. Motor.
13. Chasis.
14. Batang pena pencegah hapus.
15. Meja putar.
16. poros rel (reel hub).
17. Karet meja putar.
18. Drum pengoppel.
19. Tiang pengunci cassete.
20. Bantalan dudukan kepala rekam / reproduksi.
21. Kepala penghapus. 


1.  Sakelar daun.
2.  Pegas tekanan drum.
3.  Tuas.
4.  Bantalan geser.
5.  Puli roda gila.
6.  Sengkang roda gila.
7.  Tuas kopeling.
8.  Ban busa meja putar.
9.  Tuas kopeling.
10. Sengkang dudukan motor.
11. Sabuk penggerak.
12. Puli motor.
13. Tiang dudukan PCB (printed circuit board).
14. Puli drum.
15. Batang penerus pencegah hapus.
















suumber :