(klasik audio): REKAMAN MUSIK TERTUA DI DUNIA




Awal Oktober 1984, bagi Jerman Barat adalah awal musim rontok, daun-daun pohon mulai menguning, satu persatu berjatuhan menutupi batu bata merah yang rnengalasi jalan kecil di sepanjang pertokoan Heidelberg.
Saat itu, penulis ditemani oleh nona Barbel Schmitt dari Basf AudioVideo Subsidiary Indonesia. Sambil "mencuci¬mata', melihat keadaan pertokoan di sana, nona B. Schmitt banyak menceritakan sejarah pita magnetik kepada penulis, pada saat yang sama dia memberikan sebundel press release yang berisi sejarah pita magnetik secara lebih terinci.



Sejarah Rekaman Magnetik

Sepanjang yang diketahui orang, sejarah rekaman mag¬netik dibuka pada tahun 1888 oleh sebuah artikel "Some Possbile Forms of Phonograph" karangan Oberlin Smith yang dimuat pada majalah "The Electrical World" terbitan Amerika. Pada tulisan itu diuraikan tentang kemungkinan merekam suara secara 'elektrik murni' dengan menggu¬nakan sifat magnetisasi. Diuraikan, bahwa kawat baja dapat
dijadikan media rekaman magnetik yang cukup berhasil. Sebagai 'head' dipakai gulungan kawat (coil) seperti gambar 1. Kawat baja C yang digulung dalam gelondong D ditarik masuk ke coil B dan digulung ulang oleh gelondong E. Sebuah mikrofon arang A yang dicatu oleh baterei F dihubungkan ke coil B. Apabila membrane mikrofon digetarkan suara maka terjangkitlah tegangan bolak batik yang mengumpan ke coil B. Pada coil B timbul medan magnet bolak-balik yang menginduksi kawat C secara semi permanen. Apabila gulungan kawat C dimain¬ulang maka terjadi prosesi sebaliknya di mana kini mikro¬fon berubah fungsi menjadi speaker yang mengeluarkan suara hasil rekaman tadi. Apa yang ditulis Oberlin S men¬jadi kenyataan pada tahun 1898 dengan diperkenalkan¬nya Telegraphone oleh Valdemar Poulsen dari Denmark. Dia menggunakan kawat baja yang digulung spiral dalam silinder kayu, kawat ini digulung tidak saling bersentuhan dan diatas kawat ini dipasang 'head' yang bisa bergeser di sepanjang permukaan silinder. Apabila silinder diputar maka 'head' Akan bergeser 'membaca' isi magnet kawat dari ujung kanan ke ujung kiri (Iihat gambar 2). Fritz Pfleu¬mer di tahun 1928 memperkenalkan sistem rekaman baru yang memakai media pita kertas yang ditabur serbuk besi sebagai ganti kawat  atau pita saja. Tentu saja pemakaian kertas lebih praktis dari pada kawat atau pita baja yang lebih berat dan sulit disambung itu.



Pita Magnetik Pertama

Atas dasar konsep Fritz Pfleumer, AEG (perusahaan elektrik Jerman) pada tahun 1932 membuat mesin rekam pertama di dunia. Sedang bagian pengolahan pitanya diserahkan ke Basf (perusahaan kimia Jerman). Waktu itu Basf menyarankan AEG agar kertas yang dipakai Fritz sebaiknya diganti dengan film plastik yang lebih kuat dan tahan lama, ternyata AEG setuju. Dalam waktu 2 tahun berikutnya (1934) Basf menyuplai AEG pita rekam mag¬netik pertama di dunia sepanjang 50.000 meter dengan merk "Magnetophone Tape".
Magnetophone ini menarik perhatian dunia ketika dia dipamerkan pertama kalinya di Berlin Exhibition tahun 1935.


Sir Thomas Beecham

Nona B. Schmitt menceritakan pula kepada penulis sebuah peristiwa rekaman musik pertama di dunia yang dikerjakan pada tanggal 19 Nopember 1936, 49 tahun yang lalu ! Pada tanggal itu Sir Thomas Beecham, konduktor dari London Philharmonic Orchestra mampir ke Ludwigfhafen dalam rangka misi lawatannya ke Jerman. Basf saat itu mengundang Sir T. Beecham untuk main di Feierabendhaus- khusus untuk menghibur para karyawan dan keluarga. Ternyata pagelaran Sir T. Beecham mendapat kuniungan meriah namun demikian selama 1/2 jam Sir T. Beecham belum juga mau memulai pagelaran, soalnya dia masih kurang puas dengan kondisi auditorium yang dianggapnya tidak memenuhi syarat. Sir T. Beecham memang terkenal sebagai penaik darah yang suka ngomel kalau kondisi panggung kurang sreg. Akhirnya Mayor (walikota) Ludwigshafen terpaksa meminta T. Beecham naik panggung. Saat itu ada pula seorang teknisi yang membujuknya dengan mengatakan bahwa pagelaran ini akan direkam oleh mesin pita magnetiki T. Beecham merasa tertarik dengan teknik tersebut dan langsung naik panggung untuk memulai pagelaran. Sebagai cindera mata, nona B. Schmitt memberikan kepada penulis sebuah album "Sir Thomas Beecham commemorative Concert" yang terdiri dari 3 kaset musik. Muka 2 dari kaset ini berisi sebuah pagelaran Sir Thomas Beecham sungguhan yang direkam di Ludwigshafen 48 tahun yang silaml Ketika bagian ini dimain-ulangkan terdengar desis pita meningkat !



Gangguan rekaman (drop out) terjadi pada episode "On Hearing The First Cuckoo in Spring" suara terputus putus namun masih bisa diterima. Tanggapan frekuensi rekamannya cuma 50 Hz - 5 KHz dengan dinamika kurang dari 40 dB! Nada midrange terdengar dominan, sementara bass dan treble nyaris lenyap ! Mendengar musik ini teringat film si Chaplin yang dibuat pada tahun 30-an. Episode lainnya adalah "The Golden Cockerel, Act III exceept" dan "Mozart: Symphony No. 39 Mvts 2 & 3" Meskipun rekaman ini jauh dari hi-fi tetapi jika ditinjau dari segi historisnya bemilai tinggi. Berbeda sekali dari pagelaran Vernon Handley di bulan Pebruari 1984 (muka 3 sampai muka 6 pada album yang sama) yang juga memainkan episode sama seperti Sir T. Beecham 49 tahun yang lalu namun direkam oleh Chandos Records (Inggris) dengan master Sony PCM 1610 Digital Processor di atas pita Basf chromdioxide II. Rekaman ini sangat bersih, tanpa desis (Dolby B on) dinamikanya di atas 68 dB dan nyata sekali nada bass, midrange dan treblenyal Tak te¬rasa teknologi audio melangkah cepat, dalam tempo kurang dari V2 abad perbedaannya bagaikan bumi dan langitl Bagi anda yang ingin menyimak rekaman musik pertama di dunia yang diaransir oleh Sir Thomas Beecham asli (1936) atau suara telegraphone pertama. Emperor Frenz Josef dari Austria (1900) atau suara kode telegraph sandi tentara Jerman yang pertama (1934) atau suara kode Morse pertama (1915) atau rekaman pertama Bing Crosby (1947) dan beberapa bunyi historis lainnya.




Sumber :