(klasik audio) : SUB WOOFER CANNON



Yang namanya sub-woofer seringkali memiliki bentuk dan nama aneh aneh. Misalnya Bazooka,Patriot dan Scud, semua mirip nama rudal. Bentuknya juga beragam , ada yang seperti jebakan tikus, ada yang mirip sangkar burung dan ada lagi yang seperti kanguru hamil. Nama aneh ini dibuat semakin semarak oleh Amar Bose, itu wiraswasta sukses Amerika kelahiran India. Pada tahun 1987 Ken Jacob rekan Amar Bose membuat sub woofer unik dengan bentuk seperti silinder meriam sepanjang 381 cm. Melihat geleagrnya yang mantap dan penampilannya yang angker Amar Bose langsung saja menamakannya "Cannon" alias meriam - cocok juga. Cannon ini dirancang oleh Ken Jacob berdasarkan teori Pemandu Gelombang Akustik (acoustic waveguide). Dalam pelajaran fisika SMA juga pernah diajarkan teori pipa organ terbuka dan tertutup, nah rupanya si Ken Jacob menggunakan pelajaran SMA itu dalam mendisain Cannon.

Pipa Terbuka

Frekuensi suara dapat dijabarkan menurut gelombang sinussoida, semakin rendah frekuensinya akan semakin panjang pula gelombang sinussoidanya. Begitupun kalau semakin tinggi frekuensinya akan semakin pendek pula gelombang sinussoida. Jika ada sebuah speaker (woofer) yang terpasang di dalam sebuah pipa silinder , maka kecepatan udara yang diakibatkan oleh getaran woofer pada pipa ujung terbuka akan berbentuk sinussoida pula yang memiliki puncak dan lembah. Jika pada jarak nol adalah kecepatan pergerakan udara pada permukaan konus woofer, maka dapat dilihat bahwa kecepatan udara terbesar bukan berada dipermukaan konus tetapi pada jarak seperempat dan tiga perempat panjang gelombang dihadapan konus woofer. Jadi jelas sudah bahwa mengapa woofer 'telanjang' tidak mampu memberikan tendangan bass yang hebat meskipun getaran konus bersimpangan besar. Ini semua terjadi karena Vs (kecepatan udara) pada woofer masih kalah besar dari kecepatan udara di seperempat dan tiga perempat lambda (panjang gelombang sinussoida). Dan kurva ini terlihat pada jarak setengah dan satu lambda adalah bagian Vs (kecepatan udara) yang paling rendah. Pada bagian terendah ini suara hampir tak terdengar.    Berdasarkan teori pipa terbuka ini diambil sebuah rancangan yang seting memperkuat sebesar 6 dB dengan cara meletakkan driver woofer bukan dipermukaan silinder tetapi sedikit menjorok kedalam (gambar 2). Woofer diletakkan pada jarak seperempat lambda dari ujung kid dan tiga perempat lambda dari ujung kanan.S eperti yang telah diuraikan tadi bahwa puncak

kecepatan udara terjadi pada jarak seperempat dan tiga perempat dari permukaan konus woofer. Kecepatan udara pada posisi tiga perempat di sisi sebelah kanan berada dalam kondisi negatip berlawanan fasa dari gerakan udara di permukaan  konus. Sedang pada jarak seperempat lambda di sisi sebelah kiri juga berada dalam kondisi negatip terhadap simpangan sebelah kanan. Oleh karena keduanya sama sama negatip, maka keduanya berada dalam satu fasa (in phase) yang saling memperkuat. Dengan cara ini diperoleh penguatan sebesar 6 dB jauh lebih kuat dari pada pergerakan konus woofer telanjang.    Karena bentuknya yang mirip meriam maka nama cannon terasa pas untuk sub woofer ini. Cannon dirancang untuk memenuhi frekuensi dari 22 Hz sampai 50 Hz yang pada daerah ini sulit direproduksi oleh speaker biasa. Umumnya sub woofer cannon dipasang untuk bioskop / teater yang acap kali menuntut gelegar petir, gemuruhnya tembakan bom dan berdetamnya adu jotos film layar putih. Perletakan Cannon sangat mudah yakni dipasang di batik layar bioskop dalam posisi melintang, jika kurang kuat cannon ini boteh dipasang dua buah berjejer. Untuk peragaan musik hidup di atas panggung, cannon dipasang bergantungan. Jika ada dua buah maka keduanya di-setup menyilang (cross) dalam sudut enampuluh derajat. Rupanya desain cannon juga diterapkan untuk tata suara mobil hanya dalam bentuk lebih pendek dan satu sisi pipa terbuka. Beberapa perusahaan Amerika seperti Thunder Sound memproduknya dalam aneka ukuran mulai dari diameter 10 inchi, 8 inchi dan 6 inchi. Pada umumnya speaker sub woofer ini ditaruh di bawah kursi atau di belakang kursi dari mobil van (seperti Kijang) dan mobil Jip . Dengan satu sisi pipa terbuka didapati penguatan sekitar 3 dB, cukup besar untuk volume ruang mobil.




SUMBER :