SERAT OPTIK (Bag. 4)



PEMASANGAN SERAT OPTIK

Sebelum dilakukan penarikan optik melalui polongan pada system duct, polongan tersebut harus dipasang sub duct terlebih dahulu.
Dalam satu polongan duct dipasang sub duct. Sub duct ini perlu karena digunakan untuk memudahkan penarikan optik.

 Sesuatu yang perlu diperhatikan dalam pemasangan sub duct yaitu

Tegangan penarikan dan kelengkungan sub duct harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku.

Pemasangan maupun penarikan seub duct ada baiknya dilakukan oleh tenaga manusia. 

Bila menggunakan winch, tegangan tarik harus terus diawasi melalui pengukur tegangan yang umumnya terpasang pada winch truck.

Tegangan dan speed tarik sub duct harus lebih rendah dari spesifikasi teknis yang berlaku.

Hindari penarikan yang dapat menyebabkan sub duct cacat atau rusak, missal yaitu penarikan yang dilakukan secara paksa, karena dapat merusak serat bagian dalam.
Tegangan dan kecepatan tarik yang diizinkan pada waktu pemasangan adalah sbb:

· Tegangan tarik maksimal : 200 kg
· Pull Speed maksimal : 20 m/min


 Material dan Peralatan


Material dan peralatan yang digunakan terlihat pada tabel berikut :


Diagram Urutan Kerja

Tahapan inti dari pemasangan sub duct ke dalam polongan duct akan terlihat pada diagram berikut:


Penarikan Sub Duct

Persiapan Material dan Peralatan. Sebelum pekerjaan dimulai material dan peralatan yang dibutuhkan dipersiapkan terlebih dahulu.

Pemerikasaan & Pembersihan Man Hole

a) Buka tutup Man Hole, periksa kondisi Man Hole tersebut, bila 
   berisi air, gunakan pompa air untuk mengeringkannya.

b) Lalu, pipa duct yang akan digunakan dengan tujuan untuk 
   mempermudah penarikan sub duct berikutnya dan  perbaikan/penyambungan .

c)      Beri tanda pada pipa duct tersebut


Rodding

Rodding merupakan pekerjaan pemasangan tali yang digunakan untuk membantu pemasangan tali penarikan .
Caranya dapat menggunakan mesin penyedot atau pipa PVC (ф = 1 inchi) yang disambung.
Meskipun rodding duct sudah dilakukan pada waktu uji terima duct, pekerjaan me-rodding kembali masih tetap diperlukan.

Pengetesan & Pembersihan Pipa Duct

Pengetesan dan pembersihan pipa duct ini dilaksanakan dengan menggunakan peralatan yang telah disebutkan sebelumnya.


Tali dalam pipa duct hasil rodding diikat kuat pada rangkaian mandril dan sikat. Bagian belakang rangkaian mandril dan sikat tadi diikat lagi dengan tali pengulur.

Kemudian tali penarik ditarik sampai rangkaian mandril dan peralatan keluar dari pipa pipa duct.

Prosedur Penarikan dan Penguluran Tali bekas rodding diganti dengan tali penarik 

Tempatkan haspel sub duct pada tempat yang tepat dan tambatkan ujung tali penarik ke setiap sub duct.

Bila tiga buah sub duct sekaligus dipasang, maka putaran haspel harus sama. Penguluran diatur sedemikian rupa sehingga arah tarikan dapat dirubah dan sub duct dapat ditarik kembali.


Kegiatan Penarikan.

Pasanglah dua buah katrol pada man hole pada sisi penarikan untuk tali penarik dan kemudian tali penarik tersebut dihubungkan ke winch (bila menggunakan mesin penarik).
Walky Talky dapat digunakan untuk komunikasi antara dua man hole ketika kegiatan penarikan sedang dilaksanakan. Bila penarikan mengalami kemacetan, mesin winch cepat dihentikan agar tidak merusak sub duct. Pemasangan tanda lalu-lintas, bendera merah atau putih dan petugas pengatur lalu-lintas (bila diperlukan) agar dilakukan selama kegiatan penarikan berlangsung.

Penarikan Sub Duct

Tenaga penarik bisa menggunakan wich atau beberapa tenaga manusia. Tarik tiga sub duct secara bersamaan ke dalam pipa duct.
Ketika penarikan, jagalah agar kecepatan penarikan harus berada di bawah standart yang ditentukan dan penambahan kecepatan harus konstan.



Pemasangan Klem Sub Duct

Ujung-ujung sub duct diperkuat ke dalam pipa duct dengan klem seperti tersebut dalam gambar di bawah.


PEMASANGAN DAN PENARIKAN OPTIK

Hal-Hal Penting Berkaitan dengan Penarikan:

*  Tegangan tarikan dan kelengkungan harusa sesuai dengan spesifikasi teknik
   yang berlaku.
*  Penarikan dapat menggunakan tenaga manusia. Bila menggunakan winch,  
   tegangan tarik harus terus dimonitor melalui pengukur tegangan yang
   biasanya terpasang pada winch truck.
    Penempatan haspel dengan arah putaran sesuai dengan tanda panah pada   
   haspel luar.Perhatikan gambar di bawah.



Menurunkan dan menaikkan haspel dari atau ke kendaraan harus hati-hati dan menggunakan papan peluncur.
Haspel harus dalam kedudukan diam dan harus diganjal. Penempatan haspel harus benar-benar aman danmemudahkan pekerjaan penarikan.
Tegangan dan kecepatan tarik dan radiun lengkungan harus lebih rendah dari spesifikasi yang ditentukan.
Kecepatan tarik diupayakan konstan. Kecepatan dan tegangan tarik yang diijinkan diupayakan sesuai tabel di bawah ini :



Material dan Peralatan





Diagram Urutan Pekerjaan

Sebelum memulai setiap tahapan pekerjaan, semua harus diperiksa apakahpersiapan peralatan/material telah sesuai dengan spesifikasi instalasi. Berikut urutan pekerjaan yang dilakukan.



Penarikan Optik

Persiapan Material dan Peralatan.

Sebelum memulai pekerjaan pastikan bahwa semua persiapan material dan peralatan yang diperlukan sudah lengkap. Penempatan haspel harus sesuai dengan lokasi yang telah direncanakan.
Pemeriksaan dan Pemasangan bearer/tension member.
Biasanya dalam satu haspel sudah dilengkapi dengan cable cap untuk membantu penarikan.


Bila menggunakan bekas atau sisa pemasangan, maka tension member dibuat untuk penarikan harus dubuat agar tidak rusak.
Secara berurutan, lihat cara pada gambar di bawah (3.7, 3.8, 3.9)



Roodding Sub Duct

Setelah semua selesai, sub duct di roodding dengan menggunakan mesin hisap/dorong dengan menggunakan tali raffia/plastic. Kemudian tali plastic diganti dengan tali penarik .
Prosedur Penarikan dan Penguluran

a. Untuk penguluran , posisi haspel harus benar-benar kuat supaya tidak rusak oleh sudut pemasukan duct.
Lalu cable cap disambung swivel dan tali penarik.


Pasang dua buah rol shingga arah tarikan dapat dirubah. dapat ditarik dengan menggunakan tenaga manusia atau winch. Posisi dari katrol di dalam man hole dapat diatur dengan mata rantai atau tali kawat untuk memudahkan pemasukan ke dalam duct.

b. Sebelum memulai penarikan , hubungan komunikasi diantara man hole yang satu dengan yang lainnya harus lancer. Di saat penarikan, kecepatan penarikan harus konstan (tidak boleh tersentak-sentak).
Bila ada route tikungan, maka pada man hole tersebut harus dipasang katrol untuk memudahkan beloknya.


Penempatan pada Manhole
Pekerjaan yang harus dilakukan adalah pengaturan/pengikatan di dalam manhole dan penentuan titik sambungan. diletakkan di atas rak dan diikat pada dinding manhole serta dilindungi dengan selongsong spiral Polytheline (PE).


TERMINASI SERAT OPTIK

PENGATURAN

a. Haspel ditempatkan pada IDF sesuai transmisi optik.
b. Ujung ditarik melalui rak yang telah direncanakan menuju
   manhole kantor telepon lewat MDF.

Perlu diperhatikan hal-hal yang sama pada penarikan .


PENYAMBUNGAN URAT

a. Penyambungan pada manhole akan dijelaskan dalam diktat teknik sambungan serat    optik.
b. Penyambungan pada rak/tempat pembagian serat optik pada prinsipnya adalah 
   semua sama.

Di sini serat optik diganti dengan serat optik yang lebih besar diameter/isolasinya serta dilengkapi dengan optik CTF.

PENGIKAT PADA RAK

           Pengikat pada rak.




PENYAMBUNGAN SERAT OPTIK I
Penyambungan serat optik atau yang sering disebut dengan splicing serat optik dilakukan pada saat serat putus yang dikarenakan oleh faktor dari luar seperti terkena senar layangan, cangkul, jangkar, dan lain-lain atau untuk menghubungkan ujung serat optik pada saat instalasi dengan jarak yang jauh. Dengan melakukan splicing ini kita akan dapat mengurangi redaman. Hal ini disebabkan bila kita menggunakan konektor biasa untuk menghubungkan kedua ujung serat optik, maka kita akan mendapatkan redaman yang lebih besar dibandingkan melakukan teknik splicing.
Peralatan dan Bahan
         Splicer
         Pemotong tube
         Cutter
         Tang logam
         Tang pengupas serat
       Tang pemotong serat
          Kain bersih
          Alkohol
          Tissue
         Selotip
         Spidol
         Meteran
         Thinner-B
         Pelindung serat

Hal-Hal yang perlu diperhatikan dalam penyambungan Serat Optik
Dalam melakukan splicing ada hal-hal yang harus diperhatikan agar splicing bisa berhasil dan juga untuk keselamatan kerja. Hal-hal tersebut antara lain:

    Sebelum melakukan splicing usahakan agar semua peralatan dan bahan serta tangan kita sebersih mungkin sebab adanya kotoran pada serat optik dapat menyumbang redaman pada serat.

  Selalu letakkan tangan di belakang cutter ketika sedang melakukan pengupasan pelindung serat.

        Jangan menginjak tube karena akan merusak core yang ada di dalamnya sehingga bisa menyebabkan core pecah atau retak.

  Sebaiknya jangan mendekatkan cairan alkohol ke mata kita sebab cairan alkohol bisa menguap ke udara.

        Jangan menggulung core dengan diameter yang sangat kecil karena bisa membuat core putus.

       Jangan membuang core sembarangan sebab bila menembus kulit dikuatirkan bisa masuk ke aliran darah dan mengganggu kesehatan.

        Selalu perhatikan perlindungan pada kaset agar air tidak dapat masuk kedalam kaset dan bisa merusak serat tersebut.

         Ikuti prosedur atau langkah-langkah yang ada.


Langkah-Langkah Instalasi


Dalam hal ini kita menggunakan kabel serat optik untuk udara. Berikut ini adalah prosedur atau langkah-langkah dalam melakukan penyambungan atau splicing serat optik :

1. Ukur dengan menggunakan meteran sepanjang +150cm (dalam keadaan baik) dari ujung kabel lalu tandai dengan isolasi atau spidol.

+150 cm
Gambar Panjang kabel yang dikupas

2. Untuk kabel udara terlebih dahulu mengupas logam dalam kabel yang berfungsi sebagai penopang kabel saat berada di udara dengan menggunakan cutter sepanjang batas tersebut lalu potong dengan tang logam.

3. Setelah itu mengupas pelindung tube yang berwarna hitam sepanjang batas tersebut. Langkah-langkah untuk membuka pelindung :

a. Sebaiknya dilakukan secara sedikit demi sedikit sepanjang 25 cm dengan cara digergaji dan jangan terlalu dalam karena akan mengenai tube.

b. Patahkan sedikit dan memutar pada bekas gergaji dan sudut patah tidak boleh 30o agar tube tidak ikut patah.

c. Lalu tarik sehingga yang terlihat hanya benang pelindung dan kupas benang tersebut dengan cutter sehingga yang terlihat hanya tube yang dilapisi jelly.


4. Bersihkan tube dari jelly dengan kain yang sudah dibasahi dengan thinner-B sampai bersih.

5. Ukur tube tersebut dari batas isolasi sepanjang +50 cm beri tanda dengan spidol. Lalu kupas tube pada batas tersebut dengan menggunakan pemotong tube dan sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit sepanjang 25 cm dengan cara memutar pemotong tube searah jarum jam sebanyak 2 kali lalu patahkan dan jangan lebih dari 30o agar serat optik tidak ikut patah, lalu tarik tube sehingga yang terlihat hanya serat optik saja yang dilindungi oleh jelly. Lakukan berulang-ulang sampai sepanjang + 100 cm dari ujung tube.

6. Bersihkan core tersebut dari jelly dengan kain yang sudah dibasahi dengan thinner-B sampai bersih.

Gambar Panjang tube yang dikupas

7. gulung serat optik dengan bentuk melingkar agar aman, tidak kotor dan tidak mengenai tanah.

Gambar Penempatan serat optik pada kaset

Langkah-Langkah Splicing
1. Terlebih dahulu masukkan plastik khusus untuk melindungi bagian core yang telah di-splice satu persatu dengan diberi tanda dengan spidol.

2. Kupas core dari jaketnya menggunakan tang pengupas dengan cara memposisikan tang agak miring, tahan lalu tarik ke ujung core secara perlahan.

3. Setelah terkupas bersihkan core dengan tissue yang sudah dibasahi dengan alkohol sampai gesekannya mengeluarkan bunyi. Lakukan  sebanyak 3 kali lalu keringkan dengan tissue.

4. Lalu masukkan ke dalam pemotong core dimana kita menempatkan ujung jaket pada skala antara 15 dan 20, lalu potong. Pada saat memotong, pisau harus dijalankan dengan kecepatan yang sesuai dan konstan.

5. Setelah itu kita masukkan ke dalam splicer yang berfungsi menyambung core dengan teknik fusion. Jangan sampai ujung core menyentuh sesuatu benda sebab akan menambah redaman.
Gambar Peletakan serat optik pada splicer

6. Kemudian tekan tombol set maka secara otomatis splicer akan meleburkan kedua core dan menyambungnya. Tunggu sampai layar menunjukkan estimasi redaman lalu tekan reset maka layar akan kembali ke tampilan awal.

7. Setelah itu keluarkan core tersebut lalu geser plastik khusus tadi ke sisi core yang telah mengalami proses splice. Kemudian masukkan ke bagian splicer yang berfungsi untuk memanaskan plastik tersebut. Tunggu sampai splicer mengeluarkan bunyi lalu keluarkan.

8. Kemudian letakkan core kembali ke dalam kaset tadi seperti gambar di bawah ini.
Gambar Peletakan protektor pada kaset

Rugi-Rugi Penyambungan

Rugi-rugi penyambungan dapat terjadi karena :
1. Perbedan struktur serat optik antara lain:
- Diameter core tidak sama.
- Letak core tidak berada di tengah.
2. Kualitas penyambungan antara lain :
- permukaan serat tidak rata.
- Sumbu serat tidak sejajar.
- Penyimpangan sudut.
- Serat masih basah.
- Ujung serat menyentuh sesuatu.
Kualitas Penyambungan
Untuk mendapatkan kualitas penyambungan yang baik harus  diperhatikan :
- Kualitas kabel yang sesuai spesifikasi
- Alat sambung yang baik.
- Lingkungan harus bersih.
- Jointer harus berpengalaman.
Dengan melakukan penyambungan secara  fusion, kita diharapkan bisa memperoleh redaman yang sekecil mungkin.

PENYAMBUNGAN SERAT OPTIK II

 (1) Components of Kit


(2) Slide Each Part on the  Cord


(3) Strip the Sheath off the Cord


(4) Slide Protector on Fiber and Set the Fiber in Holder


(5) Set Plug in Connector Holder


(6) Fusion Splicing

(7) Put on Protection Sleeve


(8) Heat Shrink the sleeve


(9) Put on Rear Body and Crimp Eyelet


(10) Crimping


(11) Put on Boot and Outer Housing 


(12) Heat Shrink


13. Finish





Sumber  :

Agrawal, G.P., 2002, Fiber-optic communication systems, Ed. 3, New-York: John Wiley & Sons, Inc.

a b Hecht, Jeff, 1999, The Story of Fiber Optics, Ed. 4, Oxford University Press.

a b Keiser, Gerard, (2000), Optical Fiber Communication, 3rd ed., McGraw-Hill, Singapore, ISBN 0-07-116468-5.

Marcatili, E.A.J., Objectives of early fibers: Evolution of fiber types, in S.E. Miller and A.G. Chynoweth, eds., Optical Fiber Telecommunication, Academic, New York, 1979.

Corning Oliviero, Andrew, and Woodward, Bill, (2009), Cabling: the complete guide to copper and fiber-optic networking, Indianapolis:Wiley Publishing, Inc., ISBN 978-0-470-47707-6.

Snyder, A.W., & Love, J.D., 1983, Optical waveguide Theory, New York: Chapman & Hall.

www.scribd.com/doc/19770017/Modul-96-13-SKSO dalam artikel “Modul SKSO”

Nurman, Fauzi. 2009.Pemeliharaan Perangkat dan Jaringan Kabel Optik.

http://elfri.wordpress.com dalam artikel “Makna Dari Perubahan Sebuah Logo (Case Study: TELKOM)”

Panduan Pengukuran dan Penyambungan Serat Optik, PT.TELKOM.

Materi Pelatihan Sistem Komunikasi serat Optik, PT.TELKOM.

http://id.wikipedia.org

www.telkom.co.id

 www.google.co.id