SERAT OPTIK (BAG. 3)






Optical Connector
adalah ujung dari fiber optic, terdapat beragam jenis tergantung dengan tipe perangkat yang terkonek.
Pada kabel serat optik, sambungan ujung terminal atau disebut juga konektor, biasanya memiliki tipe standar seperti berikut:
 FC (Fiber Connector): digunakan untuk kabel single mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.
 SC (Subsciber Connector): digunakan untuk kabel single mode, dengan sistem dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.
 ST (Straight Tip): bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.
 Biconic: Salah satu konektor yang kali pertama muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat ini sangat jarang digunakan.
 D4: konektor ini hampir mirip dengan FC hanya berbeda ukurannya saja. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.


 SMA: konektor ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama-sama menggunakan penutup dan pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST konektor, maka konektor ini sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.

Contoh gambar berbagai konektor :






Selanjutnya jenis-jenis konektor tipe kecil:
 LC
 SMU
 SC-DC
Selain itu pada konektor tersebut biasanya menggunakan warna tertentu dengan maksud sebagai berikut:




Pigtail


adalah sepotong kabel yang hanya memiliki satu buah konektor diujungnya, pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor.  Biasanya kabel pigtail di install di OTB (Optical Distribution Box) dan disambung / splicing dengan tarikan kabel Optic yang glondongan (Loose tube cable / Tight buffered cable.

Pigtal

Patch cord 
adalah kabel fiber optic yang pada dua sisi ada konektor. Patch cord digunakan untuk menghubungkan device atau dikenal juga dengan optic jumper.


Patch cord 

SFP ( Small-Form Plugable)

merupakan hot-pluggable tranceiver yaitu device yang men Transmit / dan me receive sinyal informasi dengan media fiber optic. SFP dipasang pada port pada modul sebuah perangkat komunikasi data / telco. Hot-plugable artinya device ini akan auto-detect saat dipasang pada perangkat. Spesikasi dari SFP bergantung pada panjang gelombang yang dibutuhkan yang berhubungan dengan jarak transmisi, besar bandwidht yang sanggup diantarkan dalam satu waktu, jenis / tipe connector (LC / SC ), dan bekerja pada single mode atau multimode.
Spesifikasi ini harus dipatuhi dalam implementasi nya, bila tidak dapat menyebabkan kerusakan pada SFP ataupun sinyal transmisi tidak dapat diterima dengan baik.

 850 nm 550m multi-mode fiber (SX)
 1310 nm 10 km single-mode fiber (LX)
 1490 nm 10 km single-mode fiber (BS-D)
 1550 nm 40 km (XD), 80 km (ZX), 120 km (EX or EZX)
 1490 nm 1310 nm (BX), Single Fiber Bi-Directional Gigabit SFP   Transceivers
pada SFP terdapat Transmit (Tx) dan Receice (Rx). Transmit di perangkat A harus bertemu dengan Receive di perangkat B, dan sebaliknya.
SFP ( Small-Form Plugable)


Wall-mount

adalah terminasi  fiber optic yang menempel di dinding.

Wall-mount


Optical Termination Box (OTB) 

atau Optical Distribution Frameadalah terminasi fiber optic yang ada pada rak atau boks.

Optical Termination (rak)

Optical Termination (box)

Joint Closure



adalah titik sambung dari fiber optic yang umumnya di instal di outdoor.

Joint Closure

High Distribution Cabinet



adalah rak tempat terminasi fiber optic .

High Distribution Cabinet


Alat Sambung

Penyambungan kabel optik dikenal dengan istilah splicing, Dalam penyambungan fiber optic diperlukan alat khusus yaitu splicer . Terdapat 2 metode dalam penyambungan optik yaitu : fusion splicing dan mechanical splicing.

splicing

Fusion splicing melakukan penyambungan dengan cara menyelaraskan / meluruskan kedua ujung serat optik yang ingin disambung, memanaskan dan melebur nya hingga menjadi 1 bagian yang tersambung. Fusion splicer menggunakan nichrome wire (teknik lama), atau CO2 laser atau pun gas api untuk meleleh kan serat optik yang ingin disambung.
Seiring canggih nya teknologi terdapat fusion splicer yang mampu melakukan splicing sampai 24 core bersamaan.
Umumnya biaya yang harus ditanggung adalah harga per core (satu sisi) rate nya sekitar 50 ribu (menurut pengalaman saya), itu diluar jasa penarikan kabel dan aksesoris pendukung seperti pigtail, Box ODF dan lain nya.

Alat Ukur

OTDR Optical Time-Domain Reflectometer

Merupakan suatu peralatan optoelektronik yang digunakan untuk mengukur parameter-parameter seperti pelemahan (attenuation), panjang, kehilangan pencerai dan penyambung, dalam sistem telekomunikasi serat optik.

OTDR Optical Time-Domain Reflectometer

OTDR pada dasarnya terdiri dari satu sumber optik dan satu penerima (receiver), modul akuisisi data, CPU, media penyimpanan data, dan layar monitor.

Dengan OTDR seorang engineer dapat mengetahui kualitas dari fiber optic, besar redaman sepanjang lintasan fiber optik, sampai lokasi putus nya kabel (berapa jauh dari lokasi pengukuran) yang sangat berguna bila terjadi putus kabel optik.


Optical Power Meter

Digunakan untuk mengukur panjang gelombang dan power dari sinyal optik. Dari informasi power yang di terima, seorang engineer dapat mengetahui apakah kualitas power masih dalam spesifikasi perangkat yang digunakan atau tidak. Dan dapat digunakan untuk mensegmentasi permasalahan untuk mentrace apakah sumber masalah dari SFP yang power nya sudah lemah, dari Patch cord yang bermasalah, dari core yang berada pada ODF / OTB atau dari lintasan optik yang membentang di luar sana.

Optical Power Meter



Sumber :
Institut Teknologi TELKOM.

Agrawal, G.P., 2002, Fiber-optic communication systems, Ed. 3, New-York: John     Wiley & Sons, Inc.

a b Hecht, Jeff, 1999, The Story of Fiber Optics, Ed. 4, Oxford University       Press.

a b Keiser, Gerard, (2000), Optical Fiber Communication, 3rd   ed., McGraw-
 Hill, Singapore, ISBN 0-07-116468-5.

Marcatili, E.A.J., Objectives of early fibers: Evolution of   
fiber types, in S.E. Miller and A.G. Chynoweth, eds., Optical 

Fiber Telecommunication, Academic, New York, 1979.

Corning Oliviero, Andrew, and Woodward, Bill, (2009), Cabling: the complete 
guide to copper and fiber-optic networking,   
Indianapolis:Wiley Publishing, Inc., ISBN 978-0-470-47707-6.

Snyder, A.W., & Love, J.D., 1983, Optical waveguide Theory, New York: Chapman &   Hall.

www.scribd.com/doc/19770017/Modul-96-13-SKSO dalam artikel   
“Modul SKSO”

Nurman, Fauzi. 2009.Pemeliharaan Perangkat dan Jaringan Kabel   Optik.

http://elfri.wordpress.com dalam artikel “Makna Dari Perubahan Sebuah Logo   
(Case Study: TELKOM)”

Panduan Pengukuran dan Penyambungan Serat Optik, PT.TELKOM.

Materi Pelatihan Sistem Komunikasi serat Optik, PT.TELKOM.

http://id.wikipedia.org

www.telkom.co.id

www.google.co.id