ARDUINO



Arduino adalah platform open source yang digunakan untuk membangun proyek-proyek elektronik. Arduino terdiri dari dua bagian, yaitu papan sirkuit (hardware - sering dirujuk sebagai mikrokontroler) dan sebuah software, atau IDE (Integrated Development Environment) yang berjalan pada komputer , digunakan untuk menulis dan meng-upload kode komputer ke papan circuit (hardware). 

Perangkat keras arduino sudah terintegrasi, untuk memuat kode baru ke perangkat keras kita hanya menggunakan kabel USB yang dihubungkan dari modul arduino ke PC / notebook. IDE (Integrated Development Environment) menggunakan versi sederhana dari C++.


I. PERANGKAT KERAS

Bagian-bagian perangkat keras (hardware) arduino :

Ada banyak jenis hardware arduino yang dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda. Beberapa hardware terlihat sedikit berbeda dari gambar berikut, tapi umumnya arduino memiliki komponen ini.



Power (USB / Barrel Jack)


Untuk dapat mengaktifkan papan arduino diperlukan sumber listrik. Arduino UNO dapat diaktifkan dari kabel USB yang bersumber dari komputer atau dari power supply yang berdiri sendiri, atau baterai. Pada gambar di atas port USB (1) dan jack power supply / baterai (2).Koneksi USB juga digunakan untuk mengkomunikasikan kode-kode dari komputer ke papan arduino. Sedangkan rekomendasi tegangan untuk arduino berkisar antara 6 VDC sampai dengan 12 VDC.


Pins (5V, 3.3V, GND, Analog, Digital, PWM, AREF)

Pin pada arduino adalah tempat dimana kita menghubungkan kabel-kabel untuk membanguan sebuah sirkuit (rangkaian elektronik) yang terhubung dengan "breadboard". Biasanya berbentuk plastik hitam tempat menancapkan kabel langsung ke papan arduino.Arduino mempunyai beberapa jenis pin, yang masing-masing diberi label di papannya dan digunakan untuk fungsi yang berbeda.



  • GND (3) : disebut juga "Ground". Ada beberapa pin ground pada papan andruino yang dapat digunakan untuk rangkaian elektronik yang akan dibuat.

  • 5V (4) & 3.3V (5) : Sumber tegangan 5 VDC dan 3,3 VDC yang dapat digunakan untuk rangkaian elektronik yang kita buat. 
  • Analog (6) : Input analog ( pin A0 sampai dengan A5).Pin ini dapat membaca sinyal analog (seperti sensor temperatur dll)dan mengkonversikannya menjadi sinyal digital. 
  • Digital (7) : diseberang analog pin ada pin digital ( pin 0 sampai dengan 13 pada papan andruino UNO). Pin ini dapat digunakan untuk input digital seperti tombol tekan atau difungsikan sebagai keluaran (output) digital seperti menghidupkan LED
  • PWM (8) : kita dapat melihat tanda (~) disamping tanda pin digital (3, 5, 6, 9, 10, dan 11 pada papan arduino UNO). Pin ini bertindak sebagai pin digital normal, tetapi juga dapat digunakan untuk Pulse-Width Modulation (PWM), yaitu mampu mensimulasikan keluaran analog (seperti mengatur cahaya LED). 
  • AREF (9) : Singkatan Analog Referensi. Digunakan untuk mengatur tegangan referensi eksternal (antara 0 dan 5 Volt) sebagai batas atas untuk pin input analog.

Reset Button  (10) : menekan tombol ini akan menghubungkan rangkaian arduino sementara ke ground, dan menstart ulang kode-kode yang ada untuk dijalankan kembali.Biasanya digunakan untuk mengetes program yang dibuat.  

Power LED Indicator (11) : Tepat di bawah dan di sebelah kanan kata "UNO" pada papan sirkuit, ada LED kecil di samping kata 'ON' . LED ini harus menyala setiap kali Arduino dipasang  ke sumber listrik. Jika lampu ini tidak menyala, ada sesuatu yang salah / rusak.

TX RX LED (12) : TX adalah singkatan Transmitter (mengirimkan), RX adalah singkatan Receiver (menerima). LED ini akan memberi beberapa indikasi visual yang bagus setiap kali Arduino menerima atau mengirimkan data (seperti ketika sedang loading program baru ke papan).

Main IC (13) : adalah IC, atau Integrated Circuit . Merupakan central dari Arduino. IC utama pada Arduino berbeda pada setiap jenis modul arduino, tetapi biasanya dari jenis ATmega, IC dari perusahaan ATMEL. Informasi ini biasanya dapat ditemukan di sisi atas IC. Untuk keterangan lebih detail dapat dilihat pada datasheet (lembar data) nya.

Voltage Regulator (14) : Regulator tegangan , untuk mengatur dan menjaga tegangan input arduino tetap stabil. Jangan memberi catu tegangan lebih besar dari 20 Volt.

Spesifikasi Arduino UNO :

Microcontroller             : ATmega328
Operating Voltage           : 5V
Input Voltage (recommended) : 7-12V
Input Voltage (limits)      : 6-20V
Digital I/O Pins            : 14 (of which 6 provide PWM output)
Analog Input Pins           : 6
DC Current per I/O Pin      : 40 mA
DC Current for 3.3V Pin     : 50 mA
Flash Memory                : 32 KB (ATmega328) of which 0.5 KB used   by                               bootloader
SRAM                        : 2 KB (ATmega328)
EEPROM                      : 1 KB (ATmega328)
Clock Speed                 : 16 MHz

Arduino UNO diagram schematic

II. PERANGKAT LUNAK

Pergi ke halaman download Arduino dan men-download versi terbaru dari perangkat lunak Arduino yang sesuai dengan operating system komputer.







---------------------------------------------------------------------
                   Sumber :

                   * SparkFun Electronic 
                   * W. Durfee, University of Minnesota
---------------------------------------------------------------------